BPR PERDANA
Beranda    Berita    Berita Artikel

Peluang Usaha |  2026-09-29

Ditulis oleh : Putri Aini Maulida 

Waspada Penipuan Mengatasnamakan Bank, Cek Informasi

Suka artikel ini? Jangan lupa untuk bagikan manfaat yang kamu dapat ke sahabat & keluarga anda melalui link di samping ini!

Panjang Artikel :

Waspada Penipuan Mengatasnamakan Bank, Cek Informasi

Saat menerima pesan yang mengatasnamakan bank, mungkin Anda langsung percaya ketika melihat nama, logo, atau informasi yang terlihat resmi. Apalagi jika pesan tersebut berisi promo menarik, pemberitahuan transaksi, hadiah, atau meminta Anda segera melakukan sesuatu.

Padahal, tampilan yang meyakinkan belum tentu berarti informasi tersebut benar. Penipuan yang mengatasnamakan bank dapat dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari SMS, WhatsApp, media sosial, email, hingga panggilan telepon. OJK juga telah mengingatkan masyarakat mengenai modus penipuan yang mengatasnamakan bank, termasuk pesan yang berisi promo atau informasi transaksi dan disertai tautan berbahaya.

Karena itu, sebelum percaya atau mengikuti instruksi yang diberikan, ada satu kebiasaan sederhana yang penting dilakukan: cek informasinya terlebih dahulu.

Mulai dari memastikan sumber informasi, mengecek nomor kontak, memastikan promo memang tersedia, memeriksa rekening tujuan, hingga memastikan tautan dan layanan yang digunakan benar-benar resmi. Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko menjadi korban penipuan.

Penipuan Mengatasnamakan Bank Bisa Datang dari Mana Saja

Penipuan tidak selalu hadir dalam bentuk pesan yang terlihat mencurigakan. Pelaku dapat membuat informasi yang seolah-olah berasal dari bank dengan menggunakan nama, logo, maupun gaya komunikasi yang menyerupai layanan resmi.

Pesan tersebut bisa berisi berbagai alasan. Misalnya, pemberitahuan bahwa rekening mengalami masalah, informasi mengenai hadiah atau promo, permintaan untuk melakukan pembaruan data, hingga pemberitahuan transaksi yang sebenarnya tidak pernah dilakukan.

Cara penyampaiannya pun dapat berbeda-beda. Ada yang menghubungi melalui nomor pribadi, akun media sosial, pesan singkat, atau tautan yang dikirim melalui aplikasi percakapan. Karena itu, jangan hanya melihat nama atau tampilan pesan sebagai tanda bahwa informasi tersebut benar-benar berasal dari bank.

Hal yang lebih penting adalah memastikan dari mana informasi tersebut berasal dan apakah informasi yang disampaikan memang dapat ditemukan melalui kanal resmi bank.

Kenali Ciri-Ciri Informasi yang Perlu Dicurigai

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah cara pesan tersebut meminta Anda bertindak. Informasi yang mendesak, menawarkan keuntungan yang tidak biasa, atau meminta Anda segera memberikan data tertentu sebaiknya tidak langsung dipercaya.

Misalnya, Anda menerima pesan yang mengatakan bahwa rekening akan diblokir jika tidak melakukan konfirmasi dalam beberapa menit. Ada juga pesan yang menawarkan hadiah atau promo dengan meminta Anda mengakses tautan tertentu. Situasi seperti ini dapat membuat seseorang panik atau tergoda sehingga bertindak tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu.

Bukan berarti setiap pesan yang menawarkan promo atau meminta konfirmasi pasti merupakan penipuan. Namun, semakin mendesak dan tidak biasa permintaannya, semakin penting untuk melakukan verifikasi melalui sumber resmi sebelum mengikuti instruksi apa pun.

Cek Produk dan Promo melalui Kanal Resmi

Informasi mengenai produk perbankan sebaiknya tidak hanya dipercaya karena dikirimkan oleh seseorang yang mengaku sebagai petugas bank.

Jika menerima informasi mengenai tabungan, deposito, kredit, hadiah, cashback, atau promo tertentu, coba bandingkan dengan informasi yang tersedia di website atau kanal resmi bank. Dengan begitu, Anda dapat memastikan apakah produk atau promo tersebut memang tersedia dan apakah ketentuannya sesuai.

BPR Perdana, misalnya, menyediakan informasi produk seperti tabungan, kredit, dan deposito melalui website resminya. Informasi mengenai layanan dan kontak customer service juga tersedia di kanal tersebut.

Kebiasaan membandingkan informasi dari pesan yang diterima dengan informasi di kanal resmi dapat membantu membedakan informasi yang benar dengan informasi yang sengaja dibuat menyerupai komunikasi bank.

Pastikan Nomor Kontak Benar-Benar Resmi

Nomor telepon atau WhatsApp yang digunakan untuk menghubungi Anda juga perlu diperhatikan. Nama kontak yang muncul di layar belum tentu menunjukkan bahwa nomor tersebut benar-benar milik bank.

Jika seseorang mengaku sebagai petugas bank, jangan langsung percaya hanya karena ia mengetahui nama atau beberapa informasi mengenai Anda. Lakukan pengecekan nomor melalui website resmi bank atau kanal komunikasi yang memang tercantum di sana.

BPR Perdana mencantumkan kontak customer service dan kantor pada website resminya, termasuk nomor kantor pusat, kantor cabang, dan email customer service.

Jika masih ragu, Anda dapat menghubungi bank melalui kontak yang tercantum di kanal resmi tersebut, bukan melalui nomor yang diberikan oleh pihak yang menghubungi Anda.

Jangan Asal Transfer ke Rekening yang Diberikan

Permintaan transfer juga perlu diperiksa dengan hati-hati, terutama jika rekening tujuan diberikan melalui pesan pribadi dan disertai alasan untuk segera melakukan pembayaran.

Sebelum melakukan transfer, pastikan terlebih dahulu tujuan pembayaran, nama penerima, nominal, dan alasan transaksinya. Jika pembayaran berkaitan dengan produk atau layanan bank, lakukan konfirmasi melalui kanal resmi untuk memastikan rekening tujuan memang sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Jangan menganggap rekening aman hanya karena nama penerimanya terlihat menggunakan nama bank, perusahaan, atau seseorang yang Anda kenal. Jika informasi tersebut berasal dari pihak yang tidak dapat diverifikasi, sebaiknya jangan melakukan transfer sebelum mendapatkan kepastian.

Waspadai Tautan dan Permintaan Data Pribadi

Tautan merupakan salah satu bagian yang perlu diperhatikan ketika menerima pesan yang mengatasnamakan bank. OJK telah mengingatkan mengenai modus penipuan melalui pesan yang mencantumkan tautan berbahaya yang dapat digunakan untuk mencuri data pribadi atau mengakses informasi keuangan.

Karena itu, jangan sembarangan membuka tautan hanya karena pesan tersebut menggunakan logo atau nama bank. Periksa terlebih dahulu alamat situs yang dituju dan pastikan Anda mengakses website resmi secara langsung.

Hal yang sama berlaku untuk permintaan data pribadi atau informasi rahasia. Jika seseorang meminta informasi sensitif melalui pesan atau telepon, jangan langsung memberikannya hanya karena orang tersebut mengaku sebagai petugas bank. Ketika ragu, hentikan komunikasi sementara dan lakukan konfirmasi melalui kanal resmi.

Konfirmasi Informasi Jika Masih Ragu

Tidak semua informasi dapat langsung dikenali sebagai penipuan. Ada kalanya pesan terlihat cukup meyakinkan sehingga Anda masih merasa ragu apakah benar berasal dari bank atau tidak.

Dalam kondisi seperti ini, jangan menebak-nebak. Lakukan konfirmasi melalui kanal resmi bank. Jangan menggunakan nomor telepon, tautan, atau akun yang diberikan oleh pihak yang sedang menghubungi Anda sebagai satu-satunya sumber untuk melakukan pengecekan.

Misalnya, jika Anda menerima informasi mengenai promo, cari promo tersebut melalui website atau media sosial resmi bank. Jika menerima pemberitahuan transaksi yang tidak dikenali, hubungi bank melalui kontak resmi. Dengan begitu, informasi yang digunakan sebagai dasar keputusan berasal dari sumber yang dapat diverifikasi.

Biasakan Cek Sebelum Percaya

Menghindari penipuan bukan hanya tentang mengenali modusnya, tetapi juga membangun kebiasaan untuk tidak langsung percaya pada informasi yang diterima.

Ketika mendapatkan pesan yang mengatasnamakan bank, biasakan untuk berhenti sejenak dan memeriksa sumbernya. Pastikan informasi produk atau promo tersedia di kanal resmi, cek nomor kontak, periksa rekening tujuan, dan jangan sembarangan membuka tautan atau memberikan informasi pribadi.

Kebiasaan tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi dapat menjadi langkah penting untuk menjaga keamanan transaksi dan informasi keuangan.

Informasi Resmi Menjadi Acuan Utama

Pada akhirnya, informasi resmi tetap menjadi acuan utama ketika berkaitan dengan produk, promo, rekening, transaksi, maupun layanan perbankan.

Jangan hanya melihat tampilan pesan atau percaya karena seseorang mengaku sebagai petugas bank. Pastikan informasi tersebut dapat ditemukan atau dikonfirmasi melalui kanal resmi.

Untuk informasi mengenai produk dan layanan BPR Perdana, masyarakat dapat mengakses website resmi BPR Perdana yang menyediakan informasi produk, kontak customer service, alamat kantor, serta kanal layanan lainnya.

Dengan membiasakan diri melakukan pengecekan terlebih dahulu, Anda tidak hanya menjadi lebih berhati-hati, tetapi juga dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang benar.

Penipuan yang mengatasnamakan bank dapat muncul dalam berbagai bentuk dan melalui berbagai kanal. Mulai dari pesan promo, pemberitahuan transaksi, panggilan telepon, akun media sosial, hingga tautan yang mengarahkan pengguna ke situs tertentu.

Karena itu, jangan langsung percaya hanya karena informasi tersebut menggunakan nama atau tampilan yang menyerupai bank. Cek kembali sumber informasi, produk atau promo yang ditawarkan, nomor kontak, rekening tujuan, tautan, serta permintaan data yang diberikan.

Jika masih ragu, lakukan konfirmasi melalui kanal resmi. Dan jika sudah terlanjur mengalami penipuan transaksi keuangan, segera simpan bukti dan lakukan pelaporan melalui jalur yang tersedia.

Sebelum percaya, cek dulu informasinya. Karena satu langkah pengecekan bisa membantu menjaga keamanan uang dan data Anda.

Yuk, pastikan setiap informasi mengenai produk dan layanan perbankan yang Anda terima sudah melalui kanal resmi BPR Perdana. Cari tahu informasinya sebelum melakukan transaksi atau memberikan data apa pun.