BPR PERDANA
Beranda    Berita    Berita Artikel

Peluang Usaha |  2026-02-20

Ditulis oleh : Fidelia| Editor : Fidelia

Pengertian Agunan dan Apa Fungsi Agunan?

Suka artikel ini? Jangan lupa untuk bagikan manfaat yang kamu dapat ke sahabat & keluarga anda melalui link di samping ini!

Panjang Artikel :

Kenapa saat mengajukan kredit bank sering meminta jaminan atau agunan? Banyak orang menganggap agunan sebagai sesuatu yang “memberatkan” atau sekadar formalitas.

Padahal, di balik itu semuaada fungsi penting yang berkaitan langsung dengan keamanan pembiayaan dan keberlanjutan sistem perbankan.


Bagi sebagian orang, istilah agunan terdengar kaku dan teknisNamun dalam praktiknyaagunan justru menjadi salah satu elemen penting yang membuat proses kredit bisa berjalan lebih sehat dan terukur

Untuk memahami perannya secara utuhkita perlu melihat lebih dalam tentang pengertian agunan dan apa fungsi agunan dalam sistem keuangan 

 

Apa Itu Agunan? 

Secara sederhanaagunan adalah aset atau barang berharga yang diserahkan oleh debitur kepada bank sebagai jaminan atas fasilitas kredit yang diterima. Aset tersebut bisa berupa tanahbangunankendaraanmesin usahahingga surat berharga tertentu 

 

Dalam konteks perbankanagunan bukan berarti bank “mengambil” aset nasabahAgunan berfungsi sebagai pengaman apabila di kemudian hari terjadi risiko gagal bayarSelama kewajiban kredit dipenuhi sesuai perjanjianaset tersebut tetap menjadi milik debitur. Di Indonesia, praktik penggunaan agunan dalam kredit juga memiliki dasar hukum yang jelas dan diatur dalam regulasi perbankan. Hal ini memastikan bahwa penggunaan agunan dilakukan secara sahtransparan, dan tidak merugikan kedua belah pihakDengan kata lain, pengertian agunan bukan sekadar “jaminan barang”, tetapi bagian dari mekanisme manajemen risiko dalam sistem kredit 

 

Apa Fungsi Agunan dalam Sistem Perbankan 


1. Fungsi Pengaman Risiko  

Fungsi agunan yang paling utama adalah sebagai pengaman risiko kredit. Jika terjadi gagal bayar, bank memiliki dasar hukum untuk melakukan penyelesaian sesuai ketentuan yang berlaku.

Ini bukan berarti bank langsung melelang asetmelainkan sebagai langkah terakhir setelah berbagai upaya penyelesaian dilakukanDengan adanya agunanrisiko kerugian bank dapat diminimalkan. Hal ini penting agar bank tetap sehat dan mampu melayani nasabah lainnya 

 

2.Fungsi Disiplin dan Komitmen  

Selain sebagai pengamanagunan juga memiliki fungsi psikologis dan moral. Ketika seseorang menyerahkan aset sebagai jaminanada komitmen yang lebih kuat untuk memenuhi kewajiban pembayaran

Agunan mendorong kedisiplinan dalam mengelola keuangan dan menjalankan usahaDebitur cenderung lebih berhati-hati dalam menggunakan dana pinjaman karena ada tanggung jawab yang melekat 

 

3. Fungsi Penentu Plafon Kredit  

Agunan juga mempengaruhi besaran kredit yang dapat diberikan. Nilai agunan biasanya menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan plafon pinjaman.

Semakin tinggi nilai dan kualitas agunansemakin besar peluang mendapatkan pembiayaan yang sesuai kebutuhanNamun perlu dipahamipenilaian kredit tidak hanya bergantung pada agunan.

Bank tetap mempertimbangkan kemampuan bayararus kas, serta kelayakan usaha 


4.Fungsi Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan  

Secara lebih luasfungsi agunan membantu menjaga stabilitas sistem perbankan. Ketika kredit dikelola dengan prinsip kehati-hatian dan didukung agunan yang memadairisiko kredit macet dapat ditekan

Stabilitas ini penting agar perbankan tetap dipercaya masyarakat dan mampu menjalankan fungsi intermediasi secara berkelanjutan 

 

Banyak orang melihat agunan sebagai hambatan dalam mendapatkan kreditPadahaljika dipahami lebih dalamagunan justru memungkinkan bank memberikan pembiayaan dengan struktur yang lebih aman dan terukur

Dengan adanya agunan, bank bisa menawarkan plafon yang lebih sesuai, tenor yang lebih fleksibel, dan suku bunga yang lebih kompetitif karena risiko dapat dikelola dengan lebih baik