Peluang Usaha | 2026-02-19
Ditulis oleh : Fidelia | Editor : Fidelia
Suka artikel ini? Jangan lupa untuk bagikan manfaat yang kamu dapat ke sahabat & keluarga anda melalui link di samping ini!
Panjang Artikel :
Ketika mendengar kata “kredit”, sebagian orang langsung membayangkan cicilan, bunga, atau kewajiban membayar setiap bulan. Namun, pernahkah terpikir bahwa di balik transaksi tersebut, ada satu unsur utama yang menjadi pondasinya? Unsur itu adalah kepercayaan.
Dalam kehidupan sehari-hari, kredit sering dipahami sebagai pinjaman uang. Padahal, jika ditelusuri lebih jauh, pengertian kredit memiliki makna yang lebih dalam. Terutama dalam konteks perbankan dan lembaga seperti Bank Perekonomian Rakyat (BPR), kredit bukan sekadar transaksi finansial, melainkan hubungan yang dibangun atas dasar saling percaya.
Pengertian Kredit Secara Umum
Secara sederhana, pengertian kredit adalah penyediaan uang atau tagihan berdasarkan kesepakatan antara pemberi dan penerima kredit, yang mewajibkan penerima untuk melunasi hutangnya dalam jangka waktu tertentu dengan imbalan tertentu, biasanya berupa bunga atau bagi hasil.
Dalam praktik perbankan, kredit menjadi salah satu kegiatan utama bank. Melalui kredit, dana yang dihimpun dari masyarakat dapat disalurkan kembali untuk kebutuhan produktif maupun konsumtif. Inilah yang disebut fungsi intermediasi, yaitu peran bank sebagai perantara antara pihak yang memiliki dana dan pihak yang membutuhkan dana. Namun, di balik definisi formal tersebut, ada dimensi yang lebih mendasar yang sering terlupakan.
Asal Kata Kredit: Credere yang Berarti Percaya
Awal mula istilah kredit berasal dari bahasa Latin, yaitu credere, yang berarti kepercayaan. Makna ini menggambarkan adanya keyakinan dari pihak pemberi pinjaman bahwa pihak yang menerima pinjaman akan mengembalikan dana tersebut beserta imbalannya sesuai dengan kesepakatan yang telah disetujui bersama. Dengan kata lain, sejak awal konsep kredit memang berakar pada hubungan saling percaya antara kreditor dan debitor.
Dalam konteks BPR dan lembaga perbankan lainnya, unsur kepercayaan ini menjadi sangat penting. Tanpa kepercayaan, kredit tidak akan pernah terjadi. Tidak ada bank yang akan menyalurkan dana tanpa keyakinan bahwa dana tersebut dapat kembali.
Apa Itu Kredit dalam Praktik Perbankan?
Untuk memahami apa itu kredit secara lebih konkret, kita perlu melihat bagaimana kredit bekerja dalam sistem perbankan. Ketika seseorang atau pelaku usaha mengajukan kredit, bank akan melakukan analisis terlebih dahulu. Analisis ini bertujuan untuk menilai kemampuan dan kesanggupan peminjam dalam mengembalikan dana.
Proses tersebut mencerminkan bahwa kredit bukan sekadar meminjamkan uang, tetapi membangun hubungan berbasis penilaian dan kepercayaan. Bank menilai risiko, sementara nasabah menunjukkan komitmennya untuk memenuhi kewajiban.
Bagi Bank Perekonomian Rakyat (BPR), kredit sering kali menjadi instrumen utama dalam mendukung UMKM dan usaha kecil di daerah. Dengan pendekatan yang lebih dekat dan memahami kondisi lokal, BPR memainkan peran penting dalam menjembatani kebutuhan modal dengan kemampuan usaha.
Dalam sistem perbankan, termasuk di Bank Perekonomian Rakyat (BPR), kredit menjadi instrumen penting dalam mendukung pertumbuhan usaha dan perekonomian daerah. Namun, di balik setiap transaksi kredit, ada hubungan saling percaya yang harus dijaga.
Memahami apa itu kredit membantu kita melihat bahwa keuangan bukan hanya soal angka, tetapi juga soal komitmen dan kepercayaan.
Jika kamu sedang mempertimbangkan kredit untuk kebutuhan usaha atau pribadi, pastikan kamu memahaminya secara menyeluruh dan memilih lembaga yang terpercaya.
Keuangan | 2026-02-19
Keuangan | 2026-02-13
Keuangan | 2026-02-10
Keuangan | 2026-02-06
Keuangan | 2026-02-03
Keuangan | 2026-01-30
Berita | 2024-03-08
Berita | 2024-02-12
Berita | 2024-07-17
Keuangan | 2025-02-12
Berita | 2023-09-06
Peluang Usaha | 2020-03-09