Beranda    Berita    Berita Artikel

Peluang Usaha |  2026-01-13

Ditulis oleh : admin2

Memahami Fungsi Intermediasi BPR

Suka artikel ini? Jangan lupa untuk bagikan manfaat yang kamu dapat ke sahabat & keluarga anda melalui link di samping ini!

Panjang Artikel :

Keberadaan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) bukan muncul tanpa alasan. BPR dirancang sebagai bagian dari sistem perbankan nasional untuk menjawab kebutuhan yang tidak sepenuhnya dapat dipenuhi oleh bank umum.

Dalam praktiknya, sistem perbankan modern cenderung memiliki standar yang seragam. Sementara itu, kondisi ekonomi masyarakat terutama di daerah sangat beragam. Banyak pelaku usaha kecil dan masyarakat produktif yang:

  • Memiliki aktivitas ekonomi nyata, tetapi skala kecil

  • Membutuhkan pembiayaan cepat dan sederhana
  • Belum sepenuhnya cocok dengan skema perbankan besar
  • Belum memiliki riwayat transaksi perbankan yang memadai (unbankable)

Di sinilah BPR memiliki peran khusus.

Secara fungsi, BPR adalah lembaga perbankan yang difokuskan pada kegiatan penghimpunan dan penyaluran dana masyarakat dalam skala lokal, tanpa menyediakan layanan lalu lintas pembayaran. Pembatasan ruang lingkup ini justru membuat BPR lebih fokus menjalankan fungsi dasarnya secara optimal.

Berdasarkan ketentuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BPR dibentuk untuk:

Dengan begitu, BPR hadir untuk mengisi ruang intermediasi keuangan yang bersifat lokal, sederhana, dan langsung menyentuh kegiatan usaha dan ekonomi masyarakat secara langsung. 

Fungsi Intermediasi BPR
Apa Itu Fungsi Intermediasi?

Fungsi intermediasi adalah peran bank sebagai perantara antara pihak yang memiliki kelebihan dana (surplus) dan pihak yang membutuhkan dana (defisit).

Dalam konteks BPR, fungsi ini menjadi fungsi utama dan paling fundamental.

Bagaimana Fungsi Intermediasi BPR Bekerja?

Secara sederhana, fungsi intermediasi BPR berjalan melalui dua aktivitas utama:

  1. Menghimpun Dana dalam bentuk tabungan dan deposito berjangka
  2. Menyalurkan Dana dalam bentuk Kredit Usaha, kredit konsumtif, pembiayaan produktif

Dana yang dihimpun dari masyarakat kemudian disalurkan kembali ke masyarakat, khususnya untuk sektor produktif di daerah.

Mengapa Fungsi Intermediasi BPR Penting?

Fungsi intermediasi BPR penting karena:

  • Menggerakkan roda ekonomi lokal
  • Membantu perputaran modal UMKM
  • Mengurangi ketergantungan pada pinjaman informal

Dengan kata lain, BPR membantu dana tidak hanya “diam”, tetapi berputar secara produktif.

Fungsi BPR Selain Intermediasi

Selain fungsi intermediasi, BPR juga memiliki beberapa fungsi lain yang tidak kalah penting, yaitu :  

  1. Fungsi Inklusi Keuangan

    BPR berperan dalam memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat yang sebelumnya:

    • Belum memiliki rekening bank
    • Belum mengenal produk keuangan formal
    • Berada di wilayah dengan akses terbatas

    Melalui pendekatan yang lebih sederhana, BPR membantu meningkatkan inklusi keuangan secara bertahap.

  2. Fungsi Pemberdayaan Ekonomi Daerah

    Dana yang dikelola BPR umumnya:

    • Dihimpun dari masyarakat lokal
    • Disalurkan kembali ke wilayah yang sama

    Hal ini membuat BPR berperan sebagai penggerak ekonomi daerah, bukan sekadar lembaga keuangan pasif.

  3. Fungsi Edukasi Keuangan

    Dalam praktiknya, BPR juga berkontribusi pada:

    • Edukasi menabung
    • Pengelolaan kredit yang sehat
    • Literasi keuangan dasar

    Fungsi ini penting untuk membangun masyarakat yang lebih melek keuangan.

Kesimpulan 

BPR ada karena sistem keuangan membutuhkan lembaga yang mampu menjembatani kebutuhan masyarakat secara nyata. Melalui fungsi intermediasi dan fungsi pendukung lainnya, BPR memainkan peran penting dalam mendukung UMKM, menggerakkan ekonomi daerah, dan memperluas inklusi keuangan.