BPR PERDANA
Beranda    Berita    Berita Artikel

Peluang Usaha |  2026-09-21

Ditulis oleh : Putri Aini Maulida

Deposito dan Likuiditas, Kenapa Perlu Diperhatikan?

Suka artikel ini? Jangan lupa untuk bagikan manfaat yang kamu dapat ke sahabat & keluarga anda melalui link di samping ini!

Panjang Artikel :

Punya Dana Lebih, Sebaiknya Disimpan di Mana?

Memiliki dana lebih tentu menjadi hal yang menyenangkan. Namun, ketika jumlah uang yang dimiliki mulai bertambah, muncul pertanyaan lain: apakah seluruh dana sebaiknya disimpan di tempat yang memberikan hasil, atau tetap tersedia agar bisa digunakan kapan saja?

Pertanyaan ini berkaitan erat dengan deposito dan likuiditas. Di satu sisi, deposito dapat menjadi pilihan untuk menyimpan dana yang memang belum akan digunakan dalam periode tertentu. Di sisi lain, seseorang tetap membutuhkan dana yang mudah diakses untuk memenuhi kebutuhan rutin maupun kondisi yang tidak terduga.

Karena itu, mengelola dana bukan hanya tentang mencari tempat penyimpanan yang memberikan manfaat, tetapi juga memastikan sebagian dana tetap tersedia ketika dibutuhkan. Inilah alasan likuiditas perlu menjadi pertimbangan sebelum memutuskan berapa banyak dana yang akan ditempatkan dalam deposito.

Apa Itu Likuiditas?

Likuiditas secara sederhana menggambarkan seberapa mudah suatu aset atau dana dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan tanpa harus melalui proses yang panjang atau mengalami perubahan nilai yang signifikan.

Dalam keuangan pribadi, konsep ini dapat diterapkan pada dana yang tersedia untuk kebutuhan sehari-hari, pengeluaran mendesak, atau kebutuhan lain yang waktunya belum dapat dipastikan.

Dana yang mudah digunakan dapat disebut sebagai dana likuid. Contohnya adalah dana yang tersedia dalam bentuk uang tunai atau saldo pada rekening yang dapat digunakan sesuai fasilitas dan ketentuan yang berlaku.

Sebaliknya, dana yang ditempatkan pada produk dengan periode tertentu perlu dipertimbangkan dari sisi aksesnya. Salah satunya adalah deposito berjangka yang memiliki tenor dan tanggal jatuh tempo.

Kenapa Likuiditas Dana Penting?

Kondisi keuangan seseorang tidak selalu berjalan sesuai rencana. Pengeluaran mendadak dapat muncul, kebutuhan keluarga bisa berubah, atau ada kesempatan tertentu yang membutuhkan dana dalam waktu singkat.

Jika seluruh dana ditempatkan pada instrumen yang tidak dirancang untuk kebutuhan jangka pendek, seseorang bisa mengalami kesulitan ketika membutuhkan uang secara cepat.

Karena itu, memiliki likuiditas dana yang cukup dapat memberikan ruang untuk menghadapi kebutuhan yang sifatnya mendadak tanpa harus mengganggu dana yang sudah dialokasikan untuk tujuan lain.

Bagaimana Hubungan Deposito dan Likuiditas?

Deposito dan likuiditas memiliki hubungan yang perlu diperhatikan karena deposito berjangka dirancang untuk menyimpan dana selama periode tertentu.

Ketika membuka deposito, nasabah memilih tenor sesuai pilihan yang tersedia. Dana tersebut kemudian ditempatkan selama periode tersebut hingga mencapai jatuh tempo, dengan ketentuan yang berlaku pada produk.

Hal ini berbeda dengan dana yang berada pada rekening untuk kebutuhan transaksi. Dana tersebut umumnya lebih mudah digunakan sesuai fasilitas yang tersedia.

Karena itu, deposito dapat dipertimbangkan untuk dana yang memang belum diperlukan dalam waktu dekat, sedangkan dana untuk kebutuhan rutin atau tidak terduga sebaiknya tetap tersedia dalam bentuk yang mudah diakses.

Dengan memahami perbedaan fungsi tersebut, nasabah tidak perlu mempertentangkan deposito dengan likuiditas. Keduanya justru dapat ditempatkan dalam strategi pengelolaan dana yang sama.

Kapan Deposito Bisa Dipertimbangkan?

Deposito dapat dipertimbangkan ketika Anda memiliki dana yang memang tidak direncanakan untuk digunakan dalam periode tertentu.

Misalnya, Anda memiliki dana untuk kebutuhan yang baru akan digunakan beberapa bulan mendatang. Selama kebutuhan tersebut sudah diperhitungkan dan Anda memiliki dana lain untuk pengeluaran rutin maupun kondisi tidak terduga, deposito dapat menjadi salah satu pilihan penyimpanan.

Hal yang perlu diperhatikan adalah kesesuaian antara kebutuhan dan tenor.

Jika dana kemungkinan dibutuhkan dalam tiga bulan, jangan hanya memilih tenor berdasarkan imbal hasil yang ditawarkan. Perhatikan apakah jangka waktu tersebut sesuai dengan rencana penggunaan dana.

Dengan demikian, keputusan menempatkan dana dalam deposito menjadi bagian dari perencanaan, bukan sekadar keputusan untuk “menyimpan uang lebih lama”.

Pentingnya Memperhatikan Jatuh Tempo

Selain tenor, tanggal jatuh tempo menjadi informasi penting ketika menggunakan deposito berjangka. Jatuh tempo merupakan waktu ketika periode deposito berakhir sesuai jangka waktu yang telah dipilih. Mengetahui tanggal tersebut membantu Anda membuat rencana mengenai kapan dana akan tersedia kembali sesuai mekanisme produk.

Misalnya, Anda memiliki dana yang akan digunakan untuk kebutuhan tertentu sekitar enam bulan mendatang. Jika memilih deposito dengan tenor yang sesuai, waktu jatuh tempo dapat direncanakan agar mendekati waktu kebutuhan tersebut.

Sebaliknya, jika tanggal penggunaan dana tidak diperhitungkan, ada kemungkinan Anda membutuhkan dana sebelum deposito mencapai jatuh tempo.

Karena itu, sebelum membuka deposito, jangan hanya melihat nominal dan tingkat bunga. Pastikan juga Anda memahami tenor dan tanggal jatuh tempo.

Contoh Sederhana Pengelolaan Dana

Bayangkan seseorang memiliki dana sebesar Rp150 juta di luar kebutuhan rutin bulanannya.

Setelah melihat kembali kondisi keuangan, ternyata Rp30 juta masih diperlukan sebagai cadangan yang mudah diakses. Kemudian, Rp40 juta dipersiapkan untuk kebutuhan dalam waktu beberapa bulan. Sementara Rp80 juta lainnya belum memiliki rencana penggunaan dalam waktu yang lebih panjang.

Dalam kondisi tersebut, tidak semua dana harus diperlakukan dengan cara yang sama.

Dana yang dibutuhkan sebagai cadangan perlu mempertahankan likuiditas. Dana yang akan digunakan beberapa bulan mendatang perlu disesuaikan kembali dengan waktu kebutuhannya. Sementara itu, dana yang belum diperlukan dalam periode tertentu dapat dipertimbangkan untuk ditempatkan pada deposito dengan tenor yang sesuai.

Contoh ini bukan berarti pembagian tersebut berlaku untuk semua orang. Justru, yang perlu diperhatikan adalah prinsipnya: tentukan fungsi dana terlebih dahulu, baru pilih cara menyimpannya.

Deposito dan likuiditas perlu diperhatikan secara bersamaan. Memiliki dana yang cukup belum tentu berarti seluruhnya siap ditempatkan dalam deposito.

Sebelum memilih deposito, pastikan kebutuhan rutin, dana untuk kondisi tidak terduga, dan kebutuhan jangka pendek tetap memiliki akses yang memadai.

Sementara itu, dana yang memang belum akan digunakan dalam periode tertentu dapat dipertimbangkan untuk ditempatkan pada deposito berjangka dengan pilihan tenor yang sesuai.

Kuncinya adalah mengenali fungsi setiap dana. Jangan hanya bertanya, “Di mana uang saya bisa mendapatkan hasil?” tetapi juga tanyakan, “Kapan saya membutuhkan uang ini kembali?”

Jika Anda memiliki dana yang belum akan digunakan dalam waktu tertentu, BPR Perdana menyediakan produk deposito untuk membantu Anda merencanakan penyimpanan dana sesuai kebutuhan dan pilihan tenor yang tersedia.

Yuk, tentukan tujuan keuangan Anda terlebih dahulu dan pilih cara menyimpan dana yang tetap sejalan dengan rencana Anda.