BPR PERDANA
Beranda    Berita    Berita Artikel

Peluang Usaha |  2026-10-21

Ditulis oleh : Putri Aini Maulida  | Editor : Putri Aini Maulida

Bagaimana Cara Kerja Bunga Deposito?

Suka artikel ini? Jangan lupa untuk bagikan manfaat yang kamu dapat ke sahabat & keluarga anda melalui link di samping ini!

Panjang Artikel :

Bagaimana Cara Kerja Bunga Deposito?

Ketika memiliki dana lebih, deposito sering menjadi salah satu pilihan untuk menyimpan uang dalam jangka waktu tertentu. Salah satu alasan yang membuat deposito menarik adalah adanya bunga yang diberikan berdasarkan dana dan periode penempatan.

Namun, sebenarnya bagaimana cara kerja bunga deposito? Apakah cukup mengalikan jumlah uang dengan persentase bunga yang tercantum? Atau ada perhitungan lain yang perlu diperhatikan?

Pertanyaan tersebut penting dipahami sebelum menempatkan dana. Sebab, angka suku bunga deposito yang terlihat di awal belum tentu sama dengan jumlah bunga bersih yang akhirnya diterima. Ada tenor, jumlah dana, pajak, dan ketentuan produk yang perlu diperhatikan.

Dengan memahami cara kerjanya, kamu bisa memperkirakan hasil deposito dengan lebih realistis dan menentukan apakah produk tersebut sesuai dengan tujuan keuanganmu.

Apa Itu Bunga Deposito?

Bunga deposito adalah imbal hasil yang diberikan kepada nasabah atas dana yang ditempatkan dalam deposito selama periode tertentu sesuai ketentuan produk.

Berbeda dengan saldo tabungan yang biasanya digunakan untuk kebutuhan transaksi sehari-hari, deposito merupakan simpanan berjangka. Artinya, dana ditempatkan untuk jangka waktu tertentu atau tenor yang telah dipilih.

Sebagai contoh, seseorang menempatkan dana Rp100 juta dalam deposito dengan tenor enam bulan dan suku bunga tertentu. Selama periode tersebut, dana akan mendapatkan bunga sesuai ketentuan yang berlaku.

Ketika deposito mencapai jatuh tempo, dana pokok dan bunga akan diproses sesuai mekanisme produk.

Karena itu, bunga deposito tidak dapat dipisahkan dari tenor. Semakin lama dana ditempatkan, semakin penting memahami bagaimana periode tersebut memengaruhi perhitungan bunga.

Faktor yang Memengaruhi Besarnya Bunga Deposito

Besarnya bunga simpanan yang diterima tidak hanya ditentukan oleh jumlah dana. Suku bunga deposito, nominal dana, dan tenor merupakan beberapa faktor utama yang memengaruhi hasil.

Semakin besar dana yang ditempatkan, secara nominal bunga yang diperoleh dapat semakin besar apabila suku bunga dan tenor yang digunakan sama.

Tenor juga berpengaruh terhadap total bunga karena semakin lama dana ditempatkan, semakin panjang periode perhitungan bunga.

Namun, tingkat suku bunga tetap menjadi faktor penting. Dua deposito dengan nominal yang sama dan tenor yang sama dapat menghasilkan bunga berbeda apabila suku bunganya berbeda.

Karena itu, perbandingan deposito sebaiknya dilakukan dengan melihat keseluruhan karakteristik produk, bukan hanya satu angka.

Contoh Perhitungan Bunga Deposito

Untuk mengetahui hasil deposito, kamu perlu menghitung bunga kotor terlebih dahulu, kemudian mengurangi pajaknya.

Misalnya, kamu menempatkan dana sebesar Rp100 juta dalam deposito dengan suku bunga 5,25% per tahun. Perhitungan bunga kotornya adalah Rp100.000.000 × 5,25% = Rp5.250.000. Artinya, bunga kotor yang diperoleh selama satu tahun adalah Rp5,25 juta.

Namun, bunga tersebut masih dikenakan pajak sebesar 20%. Jadi, pajak yang perlu dibayarkan adalah Rp5.250.000 × 20% = Rp1.050.000. Setelah dikurangi pajak, bunga bersih yang diterima menjadi Rp5.250.000 − Rp1.050.000 = Rp4.200.000.

Dengan demikian, dari deposito sebesar Rp100 juta dengan suku bunga 5,25% per tahun, bunga kotor yang diperoleh adalah Rp5,25 juta, sedangkan bunga bersih setelah pajak adalah Rp4,2 juta. Perhitungan ini menggunakan asumsi penempatan selama satu tahun penuh dan tarif pajak 20% berlaku untuk simpanan tersebut.

Karena itu, jangan hanya melihat persentase bunga deposito. Perhitungkan juga potongan pajaknya agar kamu bisa memperkirakan berapa hasil bersih yang akan diterima.

Apa yang Terjadi Saat Deposito Jatuh Tempo?

Jatuh tempo merupakan tanggal berakhirnya periode deposito sesuai tenor yang dipilih. Pada saat jatuh tempo, dana dapat diproses sesuai instruksi nasabah dan ketentuan produk.

Nasabah dapat menggunakan dana tersebut untuk kebutuhan lain atau mempertimbangkan memperpanjang deposito.

Jika menggunakan mekanisme perpanjangan otomatis, penting untuk memahami bagaimana bunga dan tingkat suku bunga diterapkan pada periode berikutnya.

Suku bunga pada periode baru tidak selalu harus diasumsikan sama dengan periode sebelumnya. Karena itu, informasi mengenai ketentuan perpanjangan tetap perlu diperhatikan.

Apakah Bunga Deposito Selalu Tetap?

Selama periode deposito berjalan, ketentuan bunga mengikuti kesepakatan dan karakteristik produk yang berlaku.

Namun, ketika deposito memasuki periode baru setelah jatuh tempo, tingkat bunga dapat mengikuti ketentuan yang berlaku pada saat perpanjangan.

Hal ini menjadi penting bagi nasabah yang menggunakan deposito sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.

Jangan membuat proyeksi bertahun-tahun hanya dengan mengasumsikan suku bunga akan selalu sama. Lebih baik menggunakan perhitungan konservatif dan mengevaluasi kembali ketika deposito memasuki periode berikutnya.

Bunga deposito pada dasarnya merupakan imbal hasil atas dana yang ditempatkan dalam deposito selama jangka waktu tertentu.

Cara menghitungnya dipengaruhi oleh nominal dana, suku bunga, dan tenor. Untuk mengetahui hasil yang lebih realistis, perhitungan juga perlu mempertimbangkan pajak dan ketentuan produk yang berlaku.

Karena itu, memahami bunga deposito bukan hanya soal mencari angka suku bunga tertinggi. Yang lebih penting adalah mengetahui berapa lama dana dapat disimpan, kapan dana akan dibutuhkan, dan bagaimana ketentuan produk bekerja.

Dengan memahami hal tersebut, deposito dapat digunakan secara lebih terencana sebagai bagian dari pengelolaan keuangan.

Sudah punya dana lebih? Yuk, hitung dan rencanakan penempatannya dengan lebih tepat bersama BPR Perdana.